← Blog
Gambar yang berisikan logo kasir dengan arah panah 2 arah

Moka vs majoo untuk restoran: bandingkan biaya per outlet, bukan daftar fiturnya

Moka vs majoo untuk restoran, dibandingkan pada biaya per outlet dan bukan pada panjang daftar fitur. Harga resmi keduanya, siapa yang cocok, dan kapan dua duanya berlebihan.

Foto Wirawan Sanusi, pendiri NusantekWirawan SanusiPendiri Nusantek

Terbit:

Waktu baca: 6 menit

Moka masuk akal kalau bisnismu berat di operasional toko dan kamu ingin inventori bahan baku yang rapi. majoo masuk akal kalau kamu ingin akuntansi dan penggajian ikut selesai di satu langganan. Moka dijual Rp299 ribu sampai Rp799 ribu per outlet per bulan, majoo Rp249 ribu sampai Rp999 ribu per outlet per bulan sebelum PPN.

Tapi angka bulanan itu bukan angka yang akan kamu bayar.

Keduanya menagih per outlet, dan Moka menambah Rp10.000 per slot karyawan begitu kuotanya lewat. Dua cabang dengan masing masing 12 karyawan di paket menengah sudah menyentuh Rp1 juta sebulan sebelum PPN. Itu Rp12 juta setahun untuk sesuatu yang kamu kira Rp499 ribu.

Kalau kamu sedang membuka dua tab harga sambil menghitung mana yang lebih murah untuk resto keduamu, artikel ini untuk kamu.

Kalau kamu masih satu outlet dengan lima karyawan dan pembukuan masih di buku, lewati saja. Dua duanya akan kamu bayar untuk fitur yang tidak kamu buka.

Harga moka pos dan harga majoo per bulan

Angka di bawah diambil langsung dari halaman harga resmi keduanya saat artikel ini disusun. Harga bisa berubah, jadi cek sendiri sebelum tanda tangan.

Moka menjual tiga paket per outlet per bulan: Basic Rp299.000, Pro Rp499.000, dan Enterprise Rp799.000. Kuota karyawan naik bertingkat dari 5, 10, sampai 20 per outlet, dan kelebihan slot ditagih Rp10.000 per orang.

majoo menjual Starter Rp249.000, Advance Rp499.000, dan Prime Rp999.000 per outlet per bulan, dengan Prime Plus yang harganya lewat konsultasi. Halaman harganya menyebut angka itu belum termasuk PPN.

Sumbernya bisa kamu buka sendiri di halaman harga Moka dan halaman harga majoo.

Kenapa daftar fitur tidak menjawab moka vs majoo

Kedua halaman harga itu memuat daftar centang yang panjang, dan hampir semua barisnya sama.

Manajemen stok, laporan real time, manajemen meja, QRIS. Kamu bisa menaruh dua daftar itu berdampingan dan tetap tidak tahu harus pilih yang mana.

Itu bukan kebetulan. Daftar fitur disusun untuk memenangkan perbandingan, bukan untuk membantumu memutuskan.

Satu contoh yang penting. Moka Basic sudah memuat menu digital dan pemesanan lewat scan QR di paket paling murahnya, sesuatu yang sering dikira fitur premium. Jadi kalau kamu memilih paket mahal semata mata demi QR order, kamu membayar terlalu banyak.

Biaya per outlet, bukan biaya per bulan

Ini pergeseran cara berhitung yang mengubah semua kesimpulan.

Pikirkan langganan telepon keluarga. Harga per nomor terlihat kecil, dan kamu memutuskan berdasarkan angka itu. Tagihan yang datang adalah angka itu dikali jumlah nomor, dikali dua belas bulan.

Bedanya di POS restoran, pengalinya bukan cuma jumlah outlet. Ada kuota karyawan, ada PPN, dan ada perangkat yang biasanya dijual terpisah.

Bayangkan rumah makan di Surabaya yang sekarang satu outlet dan berencana buka cabang kedua sebelum akhir tahun. Di paket menengah, angka yang dia lihat Rp499 ribu.

Yang dia bayar bulan Desember adalah dua outlet, dua belas karyawan, plus PPN. Lebih dari dua kali lipat dari angka yang dipakai waktu memutuskan.

Jadi hitung tiga angka ini sebelum membandingkan apa pun: jumlah outlet yang kamu punya dalam 12 bulan ke depan, jumlah karyawan per outlet, dan apakah harga yang kamu lihat sudah termasuk pajak. Baru setelah itu daftar fitur ada gunanya.

Perbandingan moka dan majoo di lima titik yang menentukan

Titik pembedaMoka POSmajoo
Rentang harga per outlet per bulanRp299rb Basic sampai Rp799rb EnterpriseRp249rb Starter sampai Rp999rb Prime, belum PPN
Akuntansi dan penggajianTidak termasuk, pakai layanan terpisahTermasuk dalam langganan
Inventori bahan bakuMulai paket Pro, lanjutan di EnterpriseTermasuk, kedalaman naik per paket
Kuota karyawan per outlet5, 10, 20 bertingkat, lebihnya Rp10rb per slotTidak dibatasi bertingkat di halaman harga
QR order untuk tamuSudah ada sejak paket BasicAda lewat produk pendukung
Harga resmi per outlet per bulan, diambil dari halaman harga masing masing saat artikel disusun

Lima baris itu yang benar benar membedakan keduanya di lapangan, dan semuanya soal apa yang kamu tidak perlu beli terpisah.

majoo menjual dirinya sebagai satu langganan yang sudah memuat akuntansi, aplikasi karyawan dari absensi sampai penggajian, dan pembuatan website. Kalau kamu sekarang membayar orang untuk merapikan pembukuan tiap bulan, biaya itu ikut masuk hitungan dan bisa membalik kesimpulan harga.

Moka lebih fokus di kedalaman operasional toko. Inventori bahan baku muncul di paket Pro dan inventori lanjutan di Enterprise, dengan kuota database pelanggan yang naik bertingkat.

Keduanya menyediakan pendampingan account manager hanya mulai lima outlet. Kalau kamu satu atau dua cabang, jangan menghitung itu sebagai nilai tambah.

Aplikasi kasir restoran moka atau majoo, pilih menurut kondisimu

Pilih majoo kalau pembukuan dan penggajian masih manual dan itu memakan waktumu tiap bulan. Satu langganan yang menutup tiga pekerjaan sekaligus biasanya lebih murah daripada tiga langganan terpisah.

Pilih Moka kalau kekacauan terbesarmu ada di stok bahan baku dan kamu sudah punya cara mengurus pembukuan. Inventori berbasis bahan di paket Pro adalah alasan paling jelas untuk memilihnya.

Jangan pilih dua duanya kalau masalahmu sebenarnya di sisi tamu. Antrean yang panjang, pesanan yang salah catat, dan tamu yang menunggu terlalu lama tidak selesai dengan akuntansi maupun inventori bahan baku.

Kalau majoo vs moka pos dua duanya terasa kemahalan

Ini kondisi yang paling sering, dan jarang dibahas di artikel perbandingan.

Kamu tidak selalu harus mengganti kasir. Kalau kasir yang sekarang sudah mencatat transaksi dengan benar dan yang bermasalah cuma sisi tamu dan dapur, kamu bisa menambah alat di sisi itu saja dan membiarkan kasirnya jalan.

Susunan itu jauh lebih murah, dan kalau tidak cocok kamu berhenti tanpa kehilangan sistem kasir. Nusantek ada di kategori ini: tamu memesan sendiri lewat QR di meja, pesanan yang sudah lunas tampil di layar dapur, dan tempat yang selalu penuh punya daftar tunggu yang sadar jumlah orang per rombongan.

Yang jujur perlu disebut, dia tidak menggantikan Moka atau majoo. Tidak ada akuntansi, tidak ada penggajian, tidak ada inventori berbasis resep. Kalau kamu memang butuh tiga hal itu, bayar salah satu dari mereka.

Langkah pertama sebelum menjadwalkan demo

Jangan mulai dari demo. Sales yang baik akan membuat paket mana pun terdengar tepat untukmu.

Mulai dengan satu lembar kertas dan lima belas menit. Tulis tiga angka: berapa outlet yang kamu rencanakan 12 bulan ke depan, berapa karyawan di tiap outlet, dan berapa rupiah yang sekarang kamu keluarkan tiap bulan untuk pembukuan.

Kalikan harga paket menengah keduanya dengan jumlah outlet, tambahkan PPN, tambahkan kelebihan slot karyawan. Lalu kurangi biaya pembukuan bulananmu dari total majoo, karena itu memang ikut tergantikan.

Dua angka akhir itu yang layak dibandingkan. Biasanya selisihnya jauh berbeda dari kesan yang kamu dapat dari halaman harga.

Kalau setelah menghitung kamu sadar masalahmu ada di antrean dan dapur, bukan di pembukuan, uji dulu sisi itu dengan cara paling murah sebelum berlangganan apa pun. Pelajari cara kerjanya dan pasang satu QR di meja paling ramai selama seminggu.

Pertanyaan umum

Mana yang lebih murah antara Moka dan majoo untuk satu outlet?+

Di paket paling murah, majoo Starter Rp249 ribu sedikit di bawah Moka Basic Rp299 ribu, tapi harga majoo belum termasuk PPN sehingga selisihnya menipis. Di paket menengah keduanya sama sama Rp499 ribu. Perbedaan nyata baru muncul di paket teratas, Rp799 ribu untuk Moka dan Rp999 ribu untuk majoo.

Kalau saya sudah pakai Moka, ruginya apa kalau pindah ke majoo?+

Biaya terbesarnya bukan langganan, tapi memindahkan menu dan melatih ulang staf, plus risiko harga yang salah masuk ke sistem baru. Ekspor data produk dan riwayat penjualan sebelum berhenti berlangganan, lalu jalankan dua sistem bersamaan beberapa hari sampai total penjualan hariannya cocok. Pindah hanya kalau ada fitur yang benar benar kamu butuhkan, bukan karena selisih harga bulanan.

Berapa harga majoo per bulan untuk dua cabang?+

Karena majoo menagih per outlet, dua cabang berarti dua kali harga paket yang kamu pilih, ditambah PPN. Paket Advance untuk dua cabang berarti sekitar Rp998 ribu sebelum pajak. Hitung juga perangkat, karena hardware seperti printer dan mesin kasir dijual terpisah.

Untuk kafe kecil di Yogyakarta dengan satu outlet, perlu Moka atau majoo?+

Untuk satu outlet dengan menu sederhana dan pembukuan yang belum rumit, keduanya biasanya berlebihan. Yang lebih menentukan di kafe kecil adalah kecepatan konter dan penanganan varian minuman berbayar. Pertimbangkan berlangganan saat kamu menambah cabang atau saat pembukuan mulai memakan waktu setiap bulan.

Apa yang biasanya terlewat saat membandingkan harga POS?+

Tiga hal: PPN yang belum masuk di harga yang dipajang, biaya per outlet yang berlipat saat menambah cabang, dan harga perangkat yang dijual terpisah dari langganan. Ketiganya bisa menggandakan angka yang kamu bayangkan dari halaman harga, jadi hitung total setahun sebelum memutuskan.

Coba Nusantek gratis

Tamu pesan & bayar sendiri lewat QR. Siap dalam hitungan menit.

Mulai gratis