Biaya QRIS untuk usaha makanan berkisar 0% sampai 0,7% per transaksi, dipotong otomatis dalam bentuk MDR (merchant discount rate): 0% untuk usaha mikro pada transaksi sampai Rp500 ribu, 0,3% untuk usaha mikro di atas Rp500 ribu, dan 0,7% untuk usaha kelas kecil ke atas. Angka ini aturan resmi Bank Indonesia yang berlaku sejak 15 Maret 2025 dan sama di semua bank serta penyedia pembayaran.
Artikel ini untuk pemilik warung makan, kedai kopi, dan kafe yang mau menerima QRIS tapi ingin tahu dulu berapa persisnya yang terpotong, siapa yang menanggung, dan bagaimana cara mendaftarnya tanpa terjebak biaya yang tidak perlu.
MDR QRIS berapa persen: rincian per kategori usaha
| Kategori merchant | MDR | Contoh potongan |
|---|---|---|
| Usaha mikro (UMI), transaksi sampai Rp500 ribu | 0% | Transaksi Rp100.000 terpotong Rp0 |
| Usaha mikro (UMI), transaksi di atas Rp500 ribu | 0,3% | Transaksi Rp600.000 terpotong Rp1.800 |
| Usaha kecil, menengah, besar (UKE, UME, UBE) | 0,7% | Transaksi Rp100.000 terpotong Rp700 |
Kategori yang menentukan potonganmu ditetapkan saat mendaftar, berdasarkan skala usaha: UMI (usaha mikro), UKE (usaha kecil), UME (usaha menengah), dan UBE (usaha besar). Sebagian besar warung makan, kedai kopi, dan depot masuk kategori UMI, artinya transaksi harian yang umumnya di bawah Rp500 ribu tidak terpotong sama sekali. Kategori di atas UMI dikenai 0,7% merata.
Yang sering disalahpahami: MDR bukan biaya bulanan dan bukan biaya pendaftaran. Tidak ada transaksi, tidak ada potongan. Ini murni persentase per transaksi yang masuk, jadi biaya QRIS selalu proporsional dengan omzet nontunaimu. Bandingkan dengan mesin EDC kartu yang umumnya memotong lebih besar per transaksi dan kadang mensyaratkan setoran minimum bulanan: untuk tempat makan kecil, QRIS praktis selalu jalur nontunai yang paling murah untuk memulai.
Siapa yang menanggung biaya admin QRIS
Merchant, alias pemilik usaha. Aturan Bank Indonesia tegas di sini: MDR ditanggung penjual dan dilarang dibebankan ke pembeli dalam bentuk apa pun, termasuk menaikkan harga khusus untuk pembayaran QRIS atau menolak QRIS untuk nominal kecil. Praktik menambah biaya admin Rp500 ke pembeli yang bayar QRIS itu melanggar ketentuan dan bisa dilaporkan.
Cara berpikir yang lebih sehat: bandingkan MDR dengan biaya uang tunai yang jarang dihitung. Uang kembalian yang selisih, waktu menghitung laci tiap malam, risiko uang palsu, dan setoran ke bank semuanya biaya nyata. Untuk banyak operator yang kami ajak ngobrol, potongan 0% sampai 0,7% lebih murah daripada kebocoran tunai yang digantikannya.
Simulasi potongan QRIS untuk warung makan dan kafe
Warung makan kategori UMI di Surabaya dengan 80 transaksi sehari, rata-rata Rp30 ribu per transaksi: semua transaksinya di bawah Rp500 ribu, jadi potongannya Rp0. Omzet QRIS Rp2,4 juta sehari masuk utuh ke rekening, tidak berbeda dengan menerima tunai, minus repotnya menghitung dan menyetor uang fisik.
Kafe yang sudah berbadan usaha dan masuk kategori UKE dengan omzet QRIS Rp3 juta sehari: potongannya 0,7%, sekitar Rp21 ribu sehari atau Rp630 ribu sebulan. Terasa, tapi bandingkan dengan nilai transaksi yang mungkin hilang kalau tamu yang tidak bawa tunai batal jajan: satu dua tamu batal sehari sudah melebihi angka potongan itu.
Satu-satunya kasus UMI yang kena potongan: transaksi tunggal di atas Rp500 ribu, misalnya rombongan yang membayar Rp600 ribu sekaligus, terpotong 0,3% alias Rp1.800. Untuk tempat makan, kasus ini jarang dan nominalnya kecil.
Dihitung setahun pun angkanya tetap masuk akal. Kafe UKE tadi membayar sekitar Rp7,5 juta setahun untuk memproses Rp1 miliar lebih pembayaran nontunai, tanpa risiko uang palsu, tanpa antar setoran ke bank, dan dengan catatan transaksi yang rapi. Persoalannya bukan mahal atau murah, tapi apakah kamu terdaftar di kategori yang benar.
Cara mengecilkan biaya QRIS tanpa melanggar aturan
Dua langkah yang sah. Pertama, pastikan kategorimu benar: kalau usahamu memang mikro tapi terdaftar sebagai usaha kecil, kamu membayar 0,7% untuk transaksi yang seharusnya 0%. Kategori ditetapkan saat pendaftaran dan bisa dikoreksi lewat penyedia jasa pembayaranmu dengan data skala usaha. Kedua, masukkan biaya pembayaran ke perhitungan harga menu secara merata sejak awal, sebagaimana kamu memperhitungkan sewa dan gas. Itu praktik harga yang normal, berbeda dengan mengenakan biaya tambahan khusus ke pembeli QRIS, yang dilarang.
Yang tidak boleh: memasang tulisan "QRIS tambah Rp1.000", menolak QRIS untuk pembelian kecil, atau mengarahkan tamu ke transfer pribadi demi menghindari MDR. Selain melanggar ketentuan, praktik seperti itu merusak kepercayaan tamu untuk penghematan yang sangat kecil.
Cara daftar QRIS untuk usaha makanan
Pendaftaran dilakukan lewat PJP (penyedia jasa pembayaran): bank, e-wallet, atau agregator pembayaran yang terlisensi. Syarat umumnya ringan untuk usaha perorangan: KTP, nomor rekening atau akun e-wallet tujuan dana, dan data usaha sederhana. Badan usaha menambah dokumen legalitas seperti NIB. Prosesnya biasanya selesai dalam hitungan hari, dan kamu mendapat satu kode QR yang menerima pembayaran dari semua aplikasi: GoPay, OVO, Dana, ShopeePay, dan m-banking mana pun.
Ada dua cara memakai QRIS di tempat makan. Pertama, QR statis mandiri: satu QR di kasir, tamu memindai dan mengetik nominal, kamu mengecek notifikasi masuk. Gratis dan cukup untuk volume kecil. Kedua, QRIS yang menyatu dengan sistem pesanan: nominal terisi otomatis sesuai pesanan dan status lunas terkonfirmasi sendiri di sistem, seperti pada pembayaran QRIS yang terkonfirmasi otomatis. Bedanya terasa saat ramai: tidak ada lagi drama mengecek mutasi satu per satu sambil antrean menunggu. Hitungan lengkap dampak integrasi ini ke omzet dan jam kerja kami tulis di QRIS terintegrasi kasir.
Biaya QRIS lain yang perlu diantisipasi
Di luar MDR, cek tiga hal ini ke penyedia yang kamu pilih. Pertama, jadwal settlement: kapan uang QRIS benar-benar mendarat di rekeningmu. Umumnya H+1 hari kerja, sebagian penyedia menawarkan settlement lebih cepat dengan biaya. Kedua, biaya penarikan atau transfer: beberapa agregator menggratiskan sekian penarikan lalu menagih setelahnya. Ketiga, biaya perangkat kalau kamu mengambil paket dengan alat cetak QR atau EDC, meskipun untuk QRIS dasar selembar cetakan QR sudah cukup.
Semua transaksi QRIS juga otomatis tercatat, dan di sinilah nilainya untuk pembukuan: riwayat pembayaran nontunai yang rapi bisa langsung dicocokkan dengan riwayat pesanan dan laporan harian tanpa mencatat ulang di buku.
QRIS untuk warung makan: mulai dari mana
Urutan yang masuk akal untuk sebagian besar tempat makan: daftar QRIS lewat PJP pilihanmu (bank yang sudah kamu pakai biasanya paling mudah), pastikan kategorimu terdaftar benar sebagai UMI kalau memang usaha mikro, pasang QR di kasir, dan jalankan sebulan sambil mengamati berapa persen tamu yang memilih bayar QRIS. Di banyak kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, porsi pembayaran nontunai di tempat makan sudah separuh lebih, perkiraan dari operator yang kami ajak ngobrol.
Setelah volumenya terbukti, baru pertimbangkan menyatukan QRIS dengan sistem pesanan supaya konfirmasi pembayarannya otomatis. Kalau mau melihat cara kerjanya sampai pesanan lunas masuk dapur, pelajari lebih lanjut di halaman fitur bayar QRIS di atas.
Pertanyaan umum
Apakah QRIS gratis untuk UMKM?+
Untuk usaha mikro (UMI), transaksi sampai Rp500 ribu memang bebas MDR alias 0%, dan itu mencakup hampir semua transaksi harian tempat makan kecil. Di atas Rp500 ribu terpotong 0,3%. Pendaftaran QRIS sendiri umumnya gratis lewat bank atau e-wallet.
Bolehkah biaya QRIS dibebankan ke pembeli?+
Tidak boleh. Bank Indonesia menetapkan MDR ditanggung merchant dan melarang membebankannya ke pembeli dalam bentuk apa pun, termasuk biaya admin tambahan atau harga khusus untuk pembayaran QRIS. Pelanggaran bisa dilaporkan ke penyedia jasa pembayarannya.
Berapa lama uang QRIS masuk ke rekening?+
Umumnya H+1 hari kerja setelah transaksi, tergantung penyedia jasa pembayaran yang kamu pakai. Sebagian penyedia menawarkan settlement lebih cepat, kadang dengan biaya tambahan. Tanyakan jadwal settlement sebelum memilih penyedia kalau arus kas harianmu ketat.
Cara daftar QRIS untuk warung makan apa saja syaratnya?+
Untuk usaha perorangan biasanya cukup KTP, rekening atau akun e-wallet tujuan dana, dan data usaha sederhana. Daftarnya lewat bank, e-wallet, atau agregator pembayaran terlisensi. Prosesnya umumnya selesai dalam hitungan hari dan kamu mendapat satu QR untuk semua aplikasi pembayaran.
Apakah harus punya rekening bank untuk terima QRIS?+
Dana QRIS harus mendarat di rekening bank atau akun e-wallet atas nama pemilik atau usahanya, jadi salah satunya wajib ada. Usaha perorangan umumnya bisa memakai akun e-wallet sebagai tujuan dana tergantung penyedia jasa pembayaran yang dipilih saat mendaftar.
