Mulai 1 Oktober 2026, biaya QRIS untuk usaha makanan adalah 0% untuk setiap transaksi sampai Rp100 ribu, apa pun kategori usahamu. Usaha mikro tetap 0% sampai Rp500 ribu dan 0,3% di atasnya, sedangkan usaha kecil, menengah, dan besar hanya terpotong 0,7% untuk transaksi di atas Rp100 ribu. Potongan ini disebut MDR (merchant discount rate), diumumkan Bank Indonesia pada 17 Agustus 2026, dan sama di semua bank serta penyedia pembayaran.
Yang paling diuntungkan adalah kafe dan rumah makan yang terdaftar sebagai usaha kecil ke atas. Sampai 30 September, satu kopi Rp35 ribu yang dibayar QRIS terpotong Rp245. Mulai 1 Oktober potongannya Rp0.
Artikel ini untuk pemilik warung makan, kedai kopi, dan kafe yang mau menerima QRIS tapi ingin tahu dulu berapa persisnya yang terpotong, siapa yang menanggung, dan bagaimana cara mendaftarnya tanpa terjebak biaya yang tidak perlu.
MDR QRIS berapa persen: rincian per kategori usaha
| Kategori merchant | MDR | Contoh potongan |
|---|---|---|
| Semua kategori, transaksi sampai Rp100 ribu | 0% | Transaksi Rp100.000 terpotong Rp0 |
| Usaha mikro (UMI), transaksi sampai Rp500 ribu | 0% | Transaksi Rp450.000 terpotong Rp0 |
| Usaha mikro (UMI), transaksi di atas Rp500 ribu | 0,3% | Transaksi Rp600.000 terpotong Rp1.800 |
| Usaha kecil, menengah, besar, di atas Rp100 ribu | 0,7% | Transaksi Rp250.000 terpotong Rp1.750 |
Kategori yang menentukan potonganmu ditetapkan saat mendaftar, berdasarkan skala usaha: UMI (usaha mikro), UKE (usaha kecil), UME (usaha menengah), dan UBE (usaha besar). Sebagian besar warung makan, kedai kopi, dan depot masuk kategori UMI, artinya transaksi harian yang umumnya di bawah Rp500 ribu tidak terpotong sama sekali.
Untuk kategori di atas UMI, perubahan 1 Oktober yang paling terasa: struk sampai Rp100 ribu, yang di kebanyakan tempat makan adalah sebagian besar transaksi, ikut jadi 0%. Sebelumnya semua transaksi mereka terpotong 0,7%.
Yang sering disalahpahami: MDR bukan biaya bulanan dan bukan biaya pendaftaran. Tidak ada transaksi, tidak ada potongan. Ini murni persentase per transaksi yang masuk, jadi biaya QRIS selalu proporsional dengan omzet nontunaimu. Bandingkan dengan mesin EDC kartu yang umumnya memotong lebih besar per transaksi dan kadang mensyaratkan setoran minimum bulanan: untuk tempat makan kecil, QRIS praktis selalu jalur nontunai yang paling murah untuk memulai.
Siapa yang menanggung biaya admin QRIS
Merchant, alias pemilik usaha. Aturan Bank Indonesia tegas di sini: MDR ditanggung penjual dan dilarang dibebankan ke pembeli dalam bentuk apa pun, termasuk menaikkan harga khusus untuk pembayaran QRIS atau menolak QRIS untuk nominal kecil. Praktik menambah biaya admin Rp500 ke pembeli yang bayar QRIS itu melanggar ketentuan dan bisa dilaporkan.
Cara berpikir yang lebih sehat: bandingkan MDR dengan biaya uang tunai yang jarang dihitung. Uang kembalian yang selisih, waktu menghitung laci tiap malam, risiko uang palsu, dan setoran ke bank semuanya biaya nyata. Untuk kebanyakan tempat makan, potongan 0% sampai 0,7% lebih murah daripada kebocoran tunai yang digantikannya.
Simulasi potongan QRIS untuk warung makan dan kafe
Warung makan kategori UMI di Surabaya dengan 80 transaksi sehari, rata-rata Rp30 ribu per transaksi: semua transaksinya di bawah Rp500 ribu, jadi potongannya Rp0. Omzet QRIS Rp2,4 juta sehari masuk utuh ke rekening, tidak berbeda dengan menerima tunai, minus repotnya menghitung dan menyetor uang fisik.
Kafe yang sudah berbadan usaha dan masuk kategori UKE, misalnya dengan 40 transaksi QRIS sehari: 34 struk rata-rata Rp60 ribu dan 6 struk rombongan rata-rata Rp160 ribu, total Rp3 juta.
Sampai 30 September semuanya terpotong 0,7%, sekitar Rp21 ribu sehari atau Rp630 ribu sebulan. Mulai 1 Oktober hanya 6 struk rombongan yang terpotong, sekitar Rp6.700 sehari atau Rp200 ribu sebulan.
Satu-satunya kasus UMI yang kena potongan: transaksi tunggal di atas Rp500 ribu, misalnya rombongan yang membayar Rp600 ribu sekaligus, terpotong 0,3% alias Rp1.800. Untuk tempat makan, kasus ini jarang dan nominalnya kecil.
Dihitung setahun, kafe UKE tadi turun dari sekitar Rp7,6 juta jadi sekitar Rp2,5 juta untuk memproses Rp1 miliar lebih pembayaran nontunai.
Jangan tergoda memecah satu tagihan rombongan jadi beberapa pembayaran QRIS supaya masing-masing di bawah Rp100 ribu. Hematnya hanya ratusan rupiah per tagihan, dan tamu yang disuruh scan tiga kali tidak akan lupa.
Cara mengecilkan biaya QRIS tanpa melanggar aturan
Dua langkah yang sah. Pertama, pastikan kategorimu benar: kalau usahamu memang mikro tapi terdaftar sebagai usaha kecil, kamu membayar 0,7% untuk transaksi Rp100 ribu sampai Rp500 ribu yang seharusnya 0%. Kategori ditetapkan saat pendaftaran dan bisa dikoreksi lewat penyedia jasa pembayaranmu dengan data skala usaha. Kedua, masukkan biaya pembayaran ke perhitungan harga menu secara merata sejak awal, sebagaimana kamu memperhitungkan sewa dan gas. Itu praktik harga yang normal, berbeda dengan mengenakan biaya tambahan khusus ke pembeli QRIS, yang dilarang.
Yang tidak boleh: memasang tulisan "QRIS tambah Rp1.000", menolak QRIS untuk pembelian kecil, atau mengarahkan tamu ke transfer pribadi demi menghindari MDR. Selain melanggar ketentuan, praktik seperti itu merusak kepercayaan tamu untuk penghematan yang sangat kecil.
Cara daftar QRIS untuk usaha makanan
Pendaftaran dilakukan lewat PJP (penyedia jasa pembayaran): bank, e-wallet, atau agregator pembayaran yang terlisensi. Syarat umumnya ringan untuk usaha perorangan: KTP, nomor rekening atau akun e-wallet tujuan dana, dan data usaha sederhana. Badan usaha menambah dokumen legalitas seperti NIB. Prosesnya biasanya selesai dalam hitungan hari, dan kamu mendapat satu kode QR yang menerima pembayaran dari semua aplikasi: GoPay, OVO, Dana, ShopeePay, dan m-banking mana pun.
Ada dua cara memakai QRIS di tempat makan. Pertama, QR statis mandiri: satu QR di kasir, tamu memindai dan mengetik nominal, kamu mengecek notifikasi masuk. Gratis dan cukup untuk volume kecil. Kedua, QRIS yang menyatu dengan sistem pesanan: nominal terisi otomatis sesuai pesanan dan status lunas terkonfirmasi sendiri di sistem, seperti pada pembayaran QRIS yang terkonfirmasi otomatis. Bedanya terasa saat ramai: tidak ada lagi drama mengecek mutasi satu per satu sambil antrean menunggu.
Biaya QRIS lain yang perlu diantisipasi
Di luar MDR, cek empat hal ini ke penyedia yang kamu pilih. Pertama, kalau kamu menerima QRIS lewat payment gateway atau agregator, tanyakan apakah tarif mereka ikut aturan 1 Oktober, karena sebagian menagih biaya layanan sendiri di luar MDR. Kedua, jadwal settlement: kapan uang QRIS benar-benar mendarat di rekeningmu. Umumnya H+1 hari kerja, sebagian penyedia menawarkan settlement lebih cepat dengan biaya. Ketiga, biaya penarikan atau transfer: beberapa agregator menggratiskan sekian penarikan lalu menagih setelahnya. Keempat, biaya perangkat kalau kamu mengambil paket dengan alat cetak QR atau EDC, meskipun untuk QRIS dasar selembar cetakan QR sudah cukup.
Semua transaksi QRIS juga otomatis tercatat, dan di sinilah nilainya untuk pembukuan: riwayat pembayaran nontunai yang rapi bisa langsung dicocokkan dengan riwayat pesanan dan laporan harian tanpa mencatat ulang di buku.
QRIS untuk warung makan: mulai dari mana
Urutan yang masuk akal untuk sebagian besar tempat makan: daftar QRIS lewat PJP pilihanmu (bank yang sudah kamu pakai biasanya paling mudah), pastikan kategorimu terdaftar benar sebagai UMI kalau memang usaha mikro, pasang QR di kasir, dan jalankan sebulan sambil mengamati berapa persen tamu yang memilih bayar QRIS. Di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya porsinya sering lebih besar dari dugaan, jadi ukur sendiri sebelum memutuskan langkah berikutnya.
Setelah volumenya terbukti, baru pertimbangkan menyatukan QRIS dengan sistem pesanan supaya konfirmasi pembayarannya otomatis. Kalau mau melihat cara kerjanya sampai pesanan lunas masuk dapur, pelajari lebih lanjut di halaman fitur bayar QRIS di atas.
Pertanyaan umum
Apakah QRIS gratis untuk UMKM?
Mulai 1 Oktober 2026, transaksi QRIS sampai Rp100 ribu gratis untuk semua kategori usaha, dan usaha mikro tetap gratis sampai Rp500 ribu. Di atas batas itu, usaha mikro terpotong 0,3% dan usaha kecil ke atas 0,7%. Pendaftaran QRIS sendiri umumnya gratis.
Apakah MDR QRIS 0% berlaku untuk restoran dan kafe?
Ya. Aturan yang berlaku mulai 1 Oktober 2026 mencakup semua kategori merchant, termasuk restoran dan kafe yang terdaftar sebagai usaha kecil, menengah, atau besar, untuk setiap transaksi sampai Rp100 ribu. Transaksi di atas Rp100 ribu tetap terpotong 0,7%.
Bolehkah biaya QRIS dibebankan ke pembeli?
Tidak boleh. Bank Indonesia menetapkan MDR ditanggung merchant dan melarang membebankannya ke pembeli dalam bentuk apa pun, termasuk biaya admin tambahan atau harga khusus untuk pembayaran QRIS. Pelanggaran bisa dilaporkan ke penyedia jasa pembayarannya.
Berapa lama uang QRIS masuk ke rekening?
Umumnya H+1 hari kerja setelah transaksi, tergantung penyedia jasa pembayaran yang kamu pakai. Sebagian penyedia menawarkan settlement lebih cepat, kadang dengan biaya tambahan. Tanyakan jadwal settlement sebelum memilih penyedia kalau arus kas harianmu ketat.
Cara daftar QRIS untuk warung makan apa saja syaratnya?
Untuk usaha perorangan biasanya cukup KTP, rekening atau akun e-wallet tujuan dana, dan data usaha sederhana. Daftarnya lewat bank, e-wallet, atau agregator pembayaran terlisensi. Prosesnya umumnya selesai dalam hitungan hari dan kamu mendapat satu QR untuk semua aplikasi pembayaran.
Apakah harus punya rekening bank untuk terima QRIS?
Dana QRIS harus mendarat di rekening bank atau akun e-wallet atas nama pemilik atau usahanya, jadi salah satunya wajib ada. Usaha perorangan umumnya bisa memakai akun e-wallet sebagai tujuan dana tergantung penyedia jasa pembayaran yang dipilih saat mendaftar.

