Alternatif Olsera yang tepat tergantung fitur mana yang bikin kamu ingin pindah. Kalau yang kurang cuma jumlah perangkat atau dukungan iPad, naik satu paket lebih murah daripada ganti sistem. Kalau yang kamu kejar cuma tamu bisa pesan sendiri lewat QR, menambah alat di sisi tamu jauh lebih murah daripada naik ke paket paling atas. Dan kalau kamu butuh inventori resep plus pembukuan dalam satu langganan, tetap di Olsera.
Di Olsera, fitur self-order duduk di paket Pro.
Waktu kami cek halaman harganya pada 4 September 2026, Pro dipromosikan Rp2.688.000 setahun dan Basic Rp1.288.000 setahun, keduanya belum termasuk PPN. Selisihnya Rp1,4 juta setahun. Yang kamu beli di rentang itu bukan cuma self-order: ada layanan antar, integrasi marketplace, absensi wajah, akuntansi, dan dasbor franchise.
Kalau kamu butuh semua itu, harganya wajar. Kalau yang kamu butuh cuma satu dari daftar itu, kamu membayar enam untuk memakai satu.
Kalau kamu sekarang pakai Olsera buat kasir dan stok, dan satu-satunya alasan kamu melirik paket atas adalah antrean di depan kasir waktu jam ramai, artikel ini untuk kamu.
Kalau kamu memang butuh inventori berbasis resep dan pembukuan dalam satu langganan, tutup saja halaman ini. Olsera menutup keduanya dan tulisan ini tidak akan mengubah itu.
Kenapa daftar aplikasi kasir mirip Olsera tidak menolong
Hampir semua daftar alternatif POS disusun per merek. Merek A, merek B, merek C, masing-masing dengan bintang dan daftar fitur panjang.
Susunan itu patah di detik kamu mulai membandingkan.
Dua rumah makan yang sama-sama pakai Olsera bisa punya masalah yang sama sekali berbeda. Yang satu kewalahan karena tiga perangkat sudah tidak cukup waktu akhir pekan. Yang satu lagi perangkatnya cukup, tapi kasirnya jadi titik macet karena semua pesanan harus lewat dia.
Daftar per merek menyuruh keduanya membandingkan hal yang sama. Padahal yang pertama butuh naik paket, dan yang kedua tidak butuh naik paket sama sekali.
Ongkos naik paket, dan kenapa angkanya menipu
Sebut saja ongkos naik paket: selisih yang kamu bayar untuk memanjat satu tingkat, dibagi jumlah fitur di tingkat itu yang benar-benar kamu pakai.
Bayangkan tiket pesawat. Kamu ingin kursi yang kakinya muat, jadi kamu naik ke kelas bisnis.
Kamu dapat kursi itu, dan kamu juga dapat lounge, bagasi 40 kilo, dan makan tiga kali yang tidak kamu minta. Harganya masuk akal untuk orang yang memakai semuanya.
Untuk kamu yang cuma ingin meluruskan kaki, kamu membayar empat hal untuk satu masalah.
Bedanya di restoran, tiketnya diperpanjang otomatis tiap tahun.
Hampir semua tempat menghitung ini dengan cara yang sama, dan itu masuk akal: kamu buka halaman harga, lihat fitur yang kamu mau ada di kolom mana, lalu baca angka di atas kolom itu. Yang jarang dihitung adalah berapa dari kolom itu yang akan benar-benar kamu buka bulan depan.
Harga Olsera POS dan batas tiap paketnya
Angka di bawah kami baca langsung dari halaman harga Olsera pada 4 September 2026. Semuanya harga promo, ditagih tahunan, dan belum termasuk PPN. Cek ulang sebelum memutuskan, karena promo berubah.
Basic Rp1.288.000 setahun, sekitar Rp107 ribu per bulan. Isinya kasir Android dan Windows, back-office, inventori, absensi PIN, laporan, dan integrasi GrabFood. Batasnya tiga perangkat, dan pemilik plus dua staf.
Premium Rp1.988.000 setahun, sekitar Rp166 ribu per bulan. Tambahannya iOS, katalog website, integrasi software akuntansi, lalu perangkat dan karyawan tanpa batas.
Pro Rp2.688.000 setahun, sekitar Rp224 ribu per bulan. Tambahannya layanan antar, integrasi marketplace, absensi wajah, akuntansi Olsera, dasbor franchise, dan self-order.
Jadi kalau yang kamu cari Olsera self order, tempatnya di baris paling bawah daftar itu, bukan di paket yang kemungkinan besar kamu pakai sekarang.
Dua batas di paket Basic yang paling sering menabrak lebih dulu: tiga perangkat, dan tidak ada iOS. Kalau kasir, dapur, dan satu tablet cadangan sudah memakan jatahmu, perangkat keempat memaksa naik ke Premium, bukan ke Pro.
Kekurangan Olsera yang perlu kamu tahu sebelum menghitung
Olsera bukan sistem tua. Ia cloud, masih dikembangkan, dan cakupannya lebih luas daripada kebanyakan POS restoran: inventori, pembukuan, absensi, marketplace, sampai franchise ada di dalamnya.
Yang perlu kamu tahu bukan soal tua atau baru, tapi soal bentuknya.
Kasirnya berupa aplikasi yang dipasang per platform. Android dan Windows di Basic, iOS baru muncul di Premium.
Artinya perangkat yang boleh kamu pakai ditentukan paket, bukan ditentukan apa yang sudah ada di tokomu. Kalau tablet yang menganggur di rumahmu kebetulan iPad, dan kamu di paket Basic, tablet itu tidak bisa dipakai.
Dan karena dipasang, tiap perangkat baru berarti satu instalasi lagi, satu pembaruan lagi, satu perangkat yang bisa tertinggal versinya.
Empat alternatif Olsera menurut yang kamu kejar
| Yang kamu kejar | Pilihan | Perkiraan biaya | Kekurangan utama |
|---|---|---|---|
| Perangkat keempat, atau iPad | Naik ke Olsera Premium | Rp1.988.000 per tahun, belum PPN | Tidak menyelesaikan antrean di sisi tamu |
| Pembukuan, marketplace, layanan antar | Naik ke Olsera Pro | Rp2.688.000 per tahun, belum PPN | Termahal, dan self-order ikut terbeli meski belum tentu dipakai |
| Cuma pesan mandiri dan antrean | Tambah sistem QR berdampingan | Mulai gratis | Bukan kasir penuh, tanpa inventori resep dan pembukuan |
| Inventori resep plus pembukuan jadi satu | Tetap di Olsera | Sesuai paket | Perangkat ditentukan paket, bukan oleh yang sudah kamu punya |
Kalau Olsera untuk restoran cuma kurang di sisi tamu
Ini kasus yang paling sering salah hitung, jadi hitung pelan-pelan.
Kamu tidak selalu harus mengganti kasir. Kalau Olsera sudah mencatat transaksi, stok, dan laporan dengan benar, dan yang bermasalah cuma antrean di depan kasir, kamu bisa menambah alat di sisi tamu saja dan membiarkan kasirnya tetap jalan.
Susunan itu jauh lebih murah, dan kalau tidak cocok kamu berhenti tanpa kehilangan sistem kasir. Nusantek ada di kategori ini.
Tamu memindai QR di meja untuk pesan sendiri, membayar QRIS dari HP-nya, dan pesanannya masuk ke layar dapur tanpa dicatat ulang. Yang masih antre di depan pintu bisa memesan dari antrean sebelum dapat meja.
Semuanya jalan di browser, jadi tidak ada aplikasi yang perlu dipasang dan tidak ada batas perangkat. Tablet Android, iPad, HP, atau laptop yang sudah kamu punya semuanya bisa dipakai, dan menambah satu layar tidak menambah biaya. Paket gratisnya menutup menu, QR meja, dan pembayaran QRIS, jadi kamu bisa menguji sisi tamu tanpa membayar apa pun dulu.
Yang jujur perlu disebut: Nusantek tidak menggantikan Olsera. Tidak ada inventori berbasis resep, tidak ada pembukuan, tidak ada absensi, tidak ada integrasi marketplace. Kalau kamu butuh empat hal itu, bayar Olsera dan jangan pikirkan pindah.
Cara pindah dari Olsera tanpa berhenti jualan
Kalau setelah menghitung kamu memang memutuskan pindah, urutannya menentukan seberapa sakit.
Ekspor menu dan harga dari sistem lamamu lebih dulu, dalam bentuk CSV atau Excel. Impor sekali jalan, jangan diketik ulang. Lalu jalankan keduanya berdampingan di beberapa meja dulu selama satu atau dua akhir pekan, bukan langsung semua meja di hari Jumat.
Kami menulis urutan lengkapnya, termasuk kapan sebaiknya kamu justru tidak pindah, di halaman migrasi dari sistem lama.
Langkah pertama kalau paket Olsera-mu mulai terasa sempit
Jangan mulai dari demo. Sales yang baik akan membuat paket mana pun terdengar tepat untukmu.
Mulai dengan satu lembar kertas dan lima belas menit. Tulis tiga hal: berapa perangkat yang benar-benar kamu nyalakan waktu paling ramai, fitur mana persisnya yang membuatmu melirik paket atas, dan berapa fitur lain di paket itu yang akan kamu buka bulan depan.
Kalau jawaban ketiga adalah nol atau satu, kamu tidak sedang butuh naik paket. Kamu sedang butuh satu alat tambahan.
Kalau jawaban ketiga tiga atau lebih, naik paket memang lebih murah daripada menyusun sendiri, dan tetap di Olsera adalah keputusan yang benar.
Pertanyaan umum
Apakah Olsera punya fitur self order?
Punya, dan menurut halaman harganya yang kami cek pada 4 September 2026, self-order termasuk di paket Pro, paket paling atas dari tiga yang ditawarkan. Kalau self-order satu-satunya alasan kamu naik paket, hitung dulu berapa fitur Pro lain yang akan kamu pakai, karena kamu ikut membayar semuanya.
Berapa harga Olsera POS per bulan?
Ditagih tahunan dan belum termasuk PPN, harga promo yang kami baca pada 4 September 2026 setara sekitar Rp107 ribu per bulan untuk Basic, Rp166 ribu untuk Premium, dan Rp224 ribu untuk Pro. Promo berubah, jadi cek ulang di halaman resminya sebelum memutuskan.
Berapa perangkat yang boleh dipakai di Olsera?
Paket Basic dibatasi tiga perangkat, dengan pemilik plus dua staf. Perangkat dan karyawan tanpa batas baru tersedia mulai paket Premium. Jadi perangkat keempat memaksa naik satu tingkat, bahkan kalau fitur lain di tingkat itu tidak kamu butuhkan.
Apakah Olsera bisa dipakai di iPad?
Dukungan iOS baru tersedia mulai paket Premium. Di paket Basic, kasirnya berjalan di Android dan Windows. Ini yang perlu dicek lebih dulu kalau tablet yang sudah kamu punya kebetulan iPad.
Apakah saya harus meninggalkan Olsera untuk memakai pesan mandiri lewat QR?
Tidak. Sistem QR bisa berjalan berdampingan: Olsera tetap memegang transaksi, stok, dan laporan, sementara tamu memesan dan membayar sendiri dari HP mereka. Susunan ini lebih murah daripada naik paket, dan kalau tidak cocok kamu berhenti tanpa kehilangan sistem kasir.

